| Nama Latin | Artocarpus camansi |
| Nama Famili | Moraceae |
| Distribusi Asli | Papua Nugini, Filipina, Indonesia (Maluku) |
| Ruang Tumbuh Optimal | Tanaman yang tumbuh subur di daerah tropis dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.550 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini memiliki preferensi kuat pada habitat alami seperti hutan aluvial, tepi sungai, dan rawa air tawar, menunjukkan adaptasinya terhadap kondisi tanah yang lembap namun berdrainase baik. |
| Pemanfaatan | Pemanfaatan utama kluwih berpusat pada biji dan daging buahnya sebagai sumber pangan. Biji kluwih yang berlimpah dan kaya nutrisi (protein, karbohidrat, dan lemak) seringkali direbus atau disangrai, dikonsumsi sebagai camilan yang rasanya mirip kastanye. Selain biji, daging buah kluwih yang muda (belum matang) banyak diolah menjadi berbagai hidangan sayuran tradisional, seperti gudeg dan gulai. Selain fungsi kulinernya, kluwih juga memiliki peran dalam pengobatan tradisional di beberapa daerah, di mana bagian-bagian tanaman dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai keluhan, termasuk sebagai pengobatan alami untuk disentri dan malaria. |
Subscription Request Successfully placed!
Your Message successfully sent!