Kiara Payung

Filicium decipiens (Wight & Arn.) Thwaites

Pohon berukuran sedang hingga tinggi, dapat mencapai 16–30 meter. Ciri khasnya adalah tajuk yang membulat (semiglobular) dan lebat menyerupai payung atau payung renda. Batang berwarna abu-abu kecokelatan dan bertekstur kasar. Daun majemuk menyirip yang sangat mencolok, dengan anak daun berhadapan, bertepi bergelombang, dan berbentuk seperti daun paku-pakuan (fern), yang memberikan kesan unik. Tangkai daun utama (rachis) bersayap. Buah kecil, berbentuk oval, dan berwarna ungu kemerahan saat matang.
Nama LatinFilicium decipiens (Wight & Arn.) Thwaites
Nama FamiliSapindaceae
Distribusi AsliAfrika Timur (Ethiopia, Kenya, Mozambik, Zimbabwe), Madagaskar, Komoro, India, dan Sri Lanka.
Ruang Tumbuh OptimalSangat toleran terhadap berbagai kondisi ketinggian (dataran rendah hingga dataran tinggi). Membutuhkan sinar matahari penuh dan penyiraman sedang. Tumbuh dengan baik di banyak jenis tanah, tetapi yang kaya nutrisi akan mendukung pertumbuhan yang optimal.
PemanfaatanPaling banyak digunakan sebagai pohon peneduh di tepi jalan, taman kota, atau halaman karena tajuknya yang tebal dan lebar, serta nilai estetika daunnya. Dikenal memiliki kemampuan tinggi sebagai penyerap polusi udara (misalnya, menjerap timbal (Pb) dan menyerap CO2). Ekstrak daunnya diteliti memiliki senyawa alelokimia yang berpotensi digunakan sebagai bioherbisida (pengendali gulma alami). Secara tradisional, daunnya digunakan untuk mengobati demam, meningkatkan stamina, dan membantu masalah pencernaan (diare, wasir, ISK). Seluruh bagian tanaman mengandung saponin, zat kimia yang merupakan bahan dasar pembuatan sabun.

Subscription Request Successfully placed!

Your Message successfully sent!