Keben

Barringtonia asiatica (L.) Kurtz

Pohon sedang hingga besar yang selalu hijau (evergreen) dan tumbuh di pesisir pantai, tingginya bisa mencapai 7–20 meter. Ciri morfologi utamanya adalah buahnya yang besar, bersegi empat atau lima terbalik (berbentuk stupa atau piramida lebar), berwarna cokelat, dan memiliki lapisan dinding buah yang tebal dan berserat kayu, membuatnya dapat mengapung di air laut. Daunnya besar, tebal, mengkilap, dan berujung tumpul. Keben juga dikenal sebagai Pohon Perdamaian setelah ditetapkan pada Hari Lingkungan Hidup oleh Presiden Soeharto pada tahun 1986, dan sering dijadikan lambang penghargaan lingkungan (Kalpataru).
Nama LatinBarringtonia asiatica (L.) Kurtz
Nama FamiliLecythidaceae
Distribusi AsliSepanjang pesisir pantai wilayah tropis di Samudra Hindia, mulai dari Tanzania dan Madagaskar di barat, melintasi Asia Tropis (termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina), hingga ke Kepulauan Pasifik barat dan Australia Utara
Ruang Tumbuh OptimalSpesies pohon pesisir yang tangguh, tumbuh optimal di daerah dataran rendah hingga 350 mdpl. Pohon ini membutuhkan sinar matahari penuh dan lingkungan dengan kelembaban tinggi. Keben sangat toleran terhadap tanah berpasir atau berkarang di tepi pantai
PemanfaatanBiji buah Keben mengandung senyawa saponin, asam galat, dan asam hidrosianat yang bersifat sitotoksik dan memabukkan. Secara tradisional, bijinya dihaluskan dan digunakan sebagai racun ikan (fish poison) atau dimanfaatkan dalam penelitian modern sebagai bahan anestesi alami untuk transportasi ikan. Daunnya yang dipanaskan dioleskan untuk mengobati sakit perut dan rematik. Biji yang diproses digunakan sebagai vermifuga (obat cacing). Cairan dari bijinya yang lengket digunakan sebagai perekat dalam pembuatan payung tradisional, dan kayunya untuk konstruksi. Ditanam di kawasan pesisir untuk pencegah erosi dan sebagai pohon peneduh.

Subscription Request Successfully placed!

Your Message successfully sent!