Kayu Putih

Melaleuca cajuputi

Pohon berukuran sedang yang evergreen, tingginya mencapai 10–20 meter, dengan cabang yang menggantung. Ciri khasnya adalah kulit batang yang tebal, berlapis-lapis (mengelupas seperti kertas), dan berwarna putih keabu-abuan, yang memberikan nama 'Kayu Putih'. Daunnya tunggal, berbentuk lanset, kaku, dan berwarna hijau keabu-abuan. Bagian yang paling bernilai adalah daunnya, yang menghasilkan minyak atsiri (minyak kayu putih) dengan aroma yang kuat dan segar karena kandungan senyawa sineol yang tinggi.
Nama LatinMelaleuca cajuputi
Nama FamiliMyrtaceae
Distribusi AsliAsia Selatan dan Cina Selatan, hingga Filipina dan Maluku
Ruang Tumbuh OptimalMampu tumbuh di lingkungan yang keras. Tumbuh baik di dataran rendah hingga 400 mdpl, tetapi dapat ditemukan hingga 900 mdpl. Pohon ini membutuhkan sinar matahari penuh dan tahan terhadap genangan air, salinitas, dan tanah yang miskin hara (seperti tanah rawa atau tanah berpasir di pantai).
PemanfaatanMinyak Atsiri (Minyak Kayu Putih) merupakan produk utama yang disuling dari daun dan ranting muda, mengandung sineol (eucalyptol). Digunakan sebagai minyak gosok, dekongestan (melegakan pernapasan), antiseptik, dan aromaterapi untuk meredakan masuk angin, nyeri otot, dan sakit kepala. Kayunya keras dan tahan lama, digunakan untuk tiang, kayu bakar, dan konstruksi ringan di daerah asalnya. Cocok untuk reklamasi lahan rawa dan restorasi lahan kritis.

Subscription Request Successfully placed!

Your Message successfully sent!