Jengkol

Archidendron jiringa

Pohon khas tropis yang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 20 meter dengan batang berkayu, berbentuk bulat tegak, dan bercabang banyak (simpodial). Daunnya majemuk, dan buahnya berupa polong gepeng yang berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua, yang di dalamnya berisi biji berbentuk bulat pipih dengan kulit ari tipis. Biji inilah yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan utama di Asia Tenggara. Meskipun memiliki rasa yang khas dan digemari, konsumsi biji jengkol dapat meninggalkan bau menyengat pada urin, feses, dan keringat karena kandungan asam jengkolat yang tinggi, yang juga dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi berlebihan tanpa pengolahan yang tepat.
Nama LatinArchidendron jiringa
Nama FamiliFabaceae
Distribusi AsliAsia Tenggara yaitu Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan), Malaysia, Myanmar, dan Thailand
Ruang Tumbuh OptimalTumbuh baik di daerah beriklim tropis basah. Tumbuh subur di dataran rendah hingga ketinggian di atas 1.000 mdpl. Jengkol menyukai curah hujan sedang hingga tinggi dan beradaptasi dengan baik pada tanah Podzolik serta berbagai jenis tanah lainnya.
PemanfaatanBahan pangan yang kaya nutrisi (karbohidrat, protein, serat, vitamin C). Biji jengkol diolah menjadi semur, gulai, atau keripik (emping jengkol). Selain sebagai makanan, Jengkol diketahui memiliki khasiat obat yaitu ekstraknya bersifat diuretik (pelancar buang air kecil), memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi (terutama dari kulit biji), serta diduga mampu mencegah diabetes dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Selain itu, Jengkol juga dimanfaatkan dalam penelitian untuk pengembangan obat antihiperlipidemia dan penyembuhan luka (kulit biji). Sebagai pohon hutan, ia memiliki kemampuan akar yang kuat, sehingga diperkirakan juga bermanfaat dalam konservasi air dan pencegahan erosi di lahan yang curam.

Subscription Request Successfully placed!

Your Message successfully sent!