Cendana

Santalum album

Pohon kecil hingga sedang (5–20 m) berdaun hijau keabu-abuan dengan percabangan halus. Termasuk tanaman semi-parasit (hemiparasit) yang akarnya menempel pada akar tanaman inangnya (gamal, lamtoro, akasia) untuk memperoleh nutrisi tambahan dalam pertumbuhan. Kayunya berwarna kuning pucat dengan aroma khas yang bertahan lama. Kulit batang abu-abu kecoklatan dan daun berbentuk lonjong. Tumbuh lambat namun sangat bernilai tinggi. Tanaman cendana ini sangat langka akibat dieksploitasi berlebihan
Nama LatinSantalum album
Nama FamiliSantalaceae
Distribusi AsliIndia dan Kepulauan Nusa Tenggara (Indonesia)
Ruang Tumbuh OptimalTumbuh baik di Iklim kering tropis dengan ketinggian 0-1200 mdpl, dengan curah hujan 600-2000 mm/th, suhu 10-35°C. Tanah berbatu/berpasir yang berdrainase baik, pH netral hingga alkali.
PemanfaatanKayu dan minyak cendana bernilai tinggi untuk parfum, aromaterapi, dupa, kosmetik, dan kerajinan. Digunakan dalam tradisi budaya dan upacara adat di NTT & Bali. Minyaknya digunakan sebagai obat tradisional (antiseptik, antiinflamasi, menenangkan). Kayu dipakai untuk ukiran, patung, dan benda seni bernilai tinggi.

Subscription Request Successfully placed!

Your Message successfully sent!