Duku

Lansium domesticum

Tanaman buah berupa pohon berukuran sedang yang dapat mencapai tinggi hingga 30 meter dan berumur panjang (lebih dari 100 tahun). Batangnya biasanya beralur dan mengeluarkan getah kental berwarna susu (lateks) yang lengket. Buahnya berbentuk bulat atau bulat memanjang, tersusun dalam tandan yang menggantung pada batang atau cabang yang besar. Duku (kultivar unggul) biasanya memiliki kulit buah tebal dan sedikit getah, dengan daging buah tebal, jernih, dan rasa manis. Duku sering dikelompokkan bersama kultivar lain seperti Langsat dan Kokosan, yang merupakan variasi dari spesies Lansium domesticum. Hampir seluruh bagian tanaman dimanfaatkan untuk pengobatan karena kandungan flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid (seperti lansioside). Selain itu, masyarakat Jawa memanfaatkan kayunya sebagai tiang rumah dan gagang perkakas rumah tangga.
Nama LatinLansium domesticum
Nama FamiliMeliaceae
Distribusi AsliAsia Tenggara bagian barat (Indonesia dan Malaysia)
Ruang Tumbuh OptimalTumbuh baik di hutan hujan tropis, lembap, dan teduh, pada ketinggian dibawah 650 mdpl. Membutuhkan curah hujan tinggi 2.000–3.000 mm/th dan suhu hangat (25-35°C). Namun, memerlukan musim kering yang pendek (3-4 minggu) untuk merangsang pembungaan.
PemanfaatanBuah dapat dikonsumsi, Obat tradisional (mengusir nyamuk, diare, demam, anti-malaria, penyembuhan luka), Bahan konstruksi ringan.

Subscription Request Successfully placed!

Your Message successfully sent!