Daun Cincau

Stephania capitata (Blume) Spreng.

Tanaman merambat berkayu (liana) dengan batang ramping dan akar yang tetap di tanah. Spesies ini berdaun tipis seperti kertas, berbentuk lonjong berujung runcing, dengan permukaan mengkilap seperti berminyak sehingga disebut juga cincau minyak. Memiliki umbi besar dan daun tersusun spiral pada batang. Di Indonesia, Stephania capitata juga dikenal sebagai sumpet kendi atau sumbat kendi. Tanaman ini umumnya digunakan masyarakat untuk membuat minuman cincau yang menyegarkan serta dipercaya memiliki manfaat sebagai obat tradisional, antara lain untuk demam dan diare.
Nama LatinStephania capitata (Blume) Spreng.
Nama FamiliMenispermaceae
Distribusi AsliAsia bagian timur dan selatan, Australia
Ruang Tumbuh OptimalTumbuh optimal di lingkungan tropis/subtropis dengan kelembapan udara sedang hingga tinggi, tanah gembur, cukup air, dan dapat menerima sinar matahari cukup namun tidak langsung sepanjang hari. Tanaman ini dapat merambat pada pagar, pepohonan, atau media rambat lain di halaman rumah atau lahan terbuka.
PemanfaatanDaunnya terutama digunakan sebagai bahan baku minuman cincau karena menghasilkan gel alami yang menyegarkan. Di beberapa daerah, daun dan bagian lain Stephania capitata juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi demam, diare, dan membantu menurunkan kerusakan sel hati karena kandungan alkaloid, saponin, polifenol, dan flavonoid. Ekstrak daun cincau juga terkenal sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan pelengkap pengobatan tradisional.

Subscription Request Successfully placed!

Your Message successfully sent!